Waspada, Pre-Eklampsia Puncaknya Saat Kehamilan 7 Bulan

preeklamsia saat kehamilan 7 bulan
www.ibudanbalita.com

Pasti senang sekali saat kehamilan 7 bulan. Perjuangan panjang hampir selesai. Ibarat kata, perjalanan yang sangat panjang sudah terlampaui lebih dari setengah perjalanan. Bagian terberat seolah-olah sudah terlewati. Benarkah demikian?

Ternyata tidak juga. Setiap tahap kehamilan memiliki risiko sendiri-sendiri. Saat hamil muda, risiko keguguran sangat tinggi mengingat kondisi rahim belum begitu kuat. Sementara itu, janin juga belum sempurna sehingga membutuhkan perhatian yang ekstra, tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan nutrisinya. Begitu juga dengan kehamilan trimester kedua. Kondisi perut semakin membesar sehingga sering kali ibu merasa kelelahan. Dan saat masuk ke usia hamil 7 bulan atau trimester ketiga, pre-eklampsia menjadi tantangan tersendiri.

Pre-Eklampsia Terjadi Saat Hamil Trimester Kedua

Memang pre-ekslampsia itu awalnya muncul di akhir kehamilan trimester kedua. Namun, kebanyakan puncaknya keluhan kehamilan yang satu ini terjadi ketika usia kehamilan mencapai trimester ketiga atau usia hamil 7 bulan.

Mungkin ada beberapa ibu hamil yang belum tahu apa itu pre-eklampsia. Padahal, keluhan yang satu ini sangat sering ditanyakan dan dibahas di forum Ibu dan Balita, sebuah forum online di mana ibu hamil dan juga ibu yang memiliki balita berkumpul dan berdiskusi.

Secara umum, pre-ekslampsia merupakan keluhan kesehatan ibu hamil yang ditandai dengan kenaikan darah tinggi. Jadi, ibu bisa perkirakan sendiri kan bagaimana jika tekanan darah tiba-tiba naik. Ibu akan merasa kepala sakit.

Akan tetapi, tekanan darah naik yang menjadi penyebab pre-ekslampsia tidak hanya menyebabkan kepala sakit saja. Hal ini juga sering dibarengi dengan rasa nyeri pada dada, mual yang berlebihan, dan adanya gangguan pernafasan. Bahkan, ada beberapa kasus di mana ibu hamil yang mengalami pre-ekslampsia tiba-tiba tidak sadarkan diri atau pingsan. Itulah mengapa saat ibu hamil mulai merasakan sakit kepala yang tak tertahankan saat usia hamil mencapai 7 bulan, mereka disarankan untuk segera konsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Jika ibu juga sering mengalami hal yang sama, silakan kunjungi www.ibudanbalita.com untuk melakukan konsultasi kehamilan secara online dengan dokter kandungan. Saran dari dokter akan sangat membantu agar risiko terburuk bisa dihindari.

Oleh sebab itu, ibu tidak boleh menganggap tahap kehamilan usia 7 bulan merupakan tahap yang mudah untuk dilalui. Memang ibu sudah melewati masa mengalami morning sickness yang membuat ibu sering lemas dan tidak bertenaga. Ibu sudah melewati masa mengalami stress berat lantaran produksi hormon meningkat tajam. Namun, ada keluhan lain yang harus ibu hadapi saat kehamilan usia 7 bulan, yaitu pre-ekslampsia.

Tidak Semua Ibu Hamil Mengalami Pre-Ekslampsia

Seperti halnya keluhan kesehatan lainnya, pre-ekslampsia tidak selalu dialami oleh setiap ibu hamil. Ada seorang ibu yang selama masa kehamilan belum pernah merasakan morning sickness. Hal ini disebabkan kondisi tubuhnya kebal terhadap faktor penyebab morning sickness seperti peningkatan jumlah produksi hormon.

Mereka yang tidak mengalami pre-ekslampsia saat usia kandungan 7 bulan sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.

  • Hindari Makanan Tertentu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pre-ekslampsia disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu, hal yang harus ibu hindari adalah mengkonsumsi makanan yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi khususnya makanan yang mengandung lemak.

Ini bukan berarti ibu tidak memerlukan lemak ya. Selama masa kehamilan, lemak juga dibutuhkan karena lemak bisa dikonversi menjadi energi. Jadi, lemak ini pula yang ibu butuhkan agar tetap bisa aktif setiap hari. Hanya saja, ibu hanya perlu menghindari makanan yang kandungan lemaknya terlalu tinggi. Konsumsilah makanan yang kandungan lemaknya rendah.

  • Tahu Diet Bagi Ibu Hamil

Bolehkah ibu hamil melakukan diet? Boleh sekali bahkan dianjurkan. Namun, diet dalam hal ini berarti mengatur pola makan, bukan upaya untuk membuang lemak di dalam tubuh.

Pola makan yang teratur sangat mempengaruhi apakah ibu bisa terhindar dari keluhan kesehatan berupa pre-ekslampsia atau tidak. Dan satu catatan penting. Ibu harus menghindari makanan yang terlalu asin. Makanan yang terlalu tinggi kandungan garam bisa menyebabkan pre-ekslampsia.

  • Istirahat Cukup

Artinya, ada waktu untuk istirahat. Bukan pula ibu harus lebih banyak istirahat. Ada baiknya ibu membaca anjuran dari dokter tentang bagaimana membagi waktu antara bekerja dan istirahat. Masukan ini penting sekali bagi ibu yang merupakan wanita karir atau wanita yang super sibuk dengan pekerjaan setiap hari.

Istirahat yang cukup bukan berarti harus meninggalkan pekerjaan atau resign. Yang perlu ibu lakukan adalah melakukan management waktu yang tepat. Kurangi waktu nongkorong bersama teman apalagi sampai larut malam. Jangan sekali-kali begadang pekerjaan hingga malam hari. Usahakan pekerjaan hanya dilakukan di siang hari sehingga malam benar-benar ibu gunakan untuk istirahat. Kelihatannya mudah tap pada praktiknya terkadang sangat sulit.

Jadi, kuncinya hanya ada 3, yaitu selektif dalam memilih menu makanan, tahu diet yang tepat untuk ibu hamil 7 bulan, dan yang terakhir istirahat cukup. Perlukah mengkonsumsi suplemen? Ini lebih baik. Ibu bisa mengkonsumsi susu Frisian Flag Mama agar kebutuhan nutrisi harian ibu hamil bisa dipastikan selalu tercukupi.

Sudah jelas, bukan? Untuk informasi lebih jauh tentang keluhan kesehatan saat usia kandungan 7 bulan, ibu bisa kunjungi situs Ibu dan Balita. Ada banyak hal yang bisa ibu pelajari, mulai dari keluhan pada masa kehamilan 7 bulan hingga bagaimana memastikan tumbuh kembang balita optimal.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *