Waspadai Gejala Depresi pada Psikologi Anak

Psikologi anak
www.johnsonsbaby.co.id

Psikologi anak merupakan bagian terbesar dari perkembangan seorang anak. Hal ini dikarenakan psikologi akan menentukan perilaku yang nanti akan berujung pada pola pemecahan masalah seseorang ketika ia dewasa.

Sering kali kesehatan psikologi justru faktor yang tidak dihiraukan oleh orang tua, malah masalah kesehatan secara fisik jauh lebih dianggap mengkhawatirkan dibanding kesehatan psikis, padahal beberapa masalah kesehatan fisik dapat timbul karena adanya masalah kesehatan psikis. Salah satu penyakit psikologis yang bisa saja menjangkit namun tidak terlihat secara kasat mata adalah depresi.

Kenapa depresi sebenarnya cukup berbahaya ? anak dengan depresi sangat sulit di indetifikasi karena memang tidak terlihat secara langsung. Perilaku anak dengan kondisi depresi memang terlihat normal, biasa saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan apabila hanya sekilas pandang. Padahal, jika ditiliki lebih lanjut lagi ada sesuatu yang tidak beres dengan anak hanya saja tidak diketahui dengan cepat. Umumnya anak yang tidak diperhatikan psikisnya, muncul ke permukaan ketika kondisi sudah sangat parah, bahkan sudah dalam tahap pengobatan yang terlambat.

Apalagi, perilaku depresi yang umumnya sama dengan orang dewasa yaitu rasa sedih dan perubahan mood berlebihan tidak jauh berbeda dengan perilaku anak dengan kondisi psikis normal. Pada masa pertumbuhan sangat wajar jika anak mengalami ‘mood swing’ hanya saja pada perilaku anak dengan depresi, ‘mood swing’ terlalu berlebihan bahkan cenderung dalam, sekali lagi, perilaku ini hanya bisa disadari apabila diperhatikan dengan intens. Gejala yang perlu dikhawatirkan adalah apabila

  • Anak merasa mudah marah, tersinggung, dan mengamuk
  • Perasaan sedih terus menerus dengan keputusan menyerah berulang ulang tanpa alasan yang jelas
  • Malas berinteraksi dengan anak anak lain secara sosial, Bahkan dengan orang terdekat sekalipun
  • Sensitifitas terhadap penolakan sangat tinggi. Anak bisa merasa sangat tidak dianggap hanya karena diminta menunggu sebentar yang baginya berupa penolakan besar.
  • Perubahan pola makan. Anak menjadi malas makan atau pada beberapa kasus anak malah ingin selalu makan bahkan cenderung makan berlebih
  • Perubahan pola tidur. Anak selalu ingin tidur atau anak tidak ingin tidur meski tubuhnya telah menunjukkan tanda tanda kelelahan
  • Sering berteriak teriak protes, dan mulai berani membantah apapun yang dikatakan orang orang di sekelilingnya tanpa ada penjelasan
  • Menangis keras tanpa henti
  • Sulit berkonsentrasi. Anak membenci kegiatan apapun yang membutuhkan fokus
  • Lebih cepat capek dan kehabisan energi. Terutama pada anak yang masih muda dimana pada usia tersebut justru memiliki energi berlebih
  • Sering mengeluh sakit fisik seperti sakit perut dan pusing pusing yang sebenarnya tidak ada yang salah dengan tubuh si anak ketika diperiksa secara medis.
  • Tiba tiba saja menjadi sulit melakukan aktivitas di lingkungan seperti bermain dengan teman teman atau melakukan kegemaran yang dulu sangat ia sukai tanpa henti.
  • Anak sering merasa tidak berguna, tidak mampu melakukan suatu hal
  • Anak sering merasa bersalah terhadap apapun meski sebetulnya jelas jelas bukan salah dia
  • Menunjukkan minat pada hal hal berbau kematian dan bahkan menanyakan perihal bunuh diri seperti sang anak ingin mempraktekkan cara tersebut.

Gejala gejala diatas memang sangat bervariasi pada tiap anak tergantung jenis dan kondisi depresi yang menghinggapi kondisi anak. Namun secara garis besar gejala awal yang dialami pengidap depresi pada anak anak tidak jauh berbeda satu sama lain.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *