Yang Harus Ibu Ketahui Seputar Baby Blues Pasca Kelahiran

pasca kelahiran
Friso Indonesia

Baby Blues merupakan stress yang disebabkan oleh bayi yang sering rewel. Itu definisi dari orang-orang yang awam dalam bidang psikologi. Padahal, bukan itu yang dinamakan Baby Blues.

Sayangnya, pemahaman seperti itulah yang diamini oleh kebanyakan orang. Walhasil, mereka selalu mengkaitkan masalah Baby Blues ini dengan bayi yang rewel dan tidak mau diam khususnya di malam hari.

Padahal bukan itu yang menjadi definisi dari Baby Blues. Memang, masalah ini menjadi masalah yang paling sering dialami oleh wanita pasca kelahiran. Namun, dengan memahami penyebabnya, maka masalah yang satu ini bisa diatasi.

Penyebab Baby Blues

Ada banyak sekali penyebab Baby Blues. Namun, apakah ibu tahu ternyata salah satu penyebab utamanya adalah hormone?

Secara ilmiah, Baby Blues ini bisa dijelaskan secara gamblang. Saat bayi dilahirkan, seorang ibu pasti sangat gembira. Pada saat itulah hormone kebahagiaan atau yang disebut hormone cinta dikeluarkan maksimal.

Sayangnya, pada saat yang sama, hormone progesterone menurun sangat signifikan. Akibatnya, ibu mengalami kelelahan dan akhirnya stress.

Jadi, bisa dikatakan bawasannya Baby Blues merupakan hal yang sangat wajar sekali terjadi paska kelahiran. Hanya saja, jika hal ini tidak dicegah, maka yang mendapatkan imbas buruk tidak lain adalah bayi.

Selain faktor hormonal, Baby Blues juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan. Setelah melahirkan, pasti tubuh ibu sangat lelah. Namun, pada saat yang sama, ibu harus menerima tamu entah dari tetangga, saudara, atau teman yang datang ingin mengunjungi sang buah hati.

Di satu sisi, pasti ibu sangat senang. Namun, di sisi yang lain, ibu harus sedikit repot. Selain harus mengurus bayi, ibu juga harus menyediakan makanan untuk menjamu tamu. Dan orang berdatangan mulai pagi hingga sore, dan bahkan malam hari. Bisa ibu bayangkan sendiri ibu pasti akan stress.

Sayangnya, stress yang ibu alami tertuju pada bayi. Karena banyaknya tamu yang datang sehingga bayi tidak bisa istirihat. Sementara ketika malam hari, bayi merasa tidak nyaman dan terus menangis. Ujung-ujungnya, ibu akan merasa lelah dan stress yang disebut dengan Baby Blues.

Mengatasi Baby Blues

Dibutuhkan langkah antisipasi agar ibu tidak mengalami Baby Blues. Salah satunya dengan melakukan kompromi dengan sang suami. Ibu bisa berbagi tugas kapan harus mengurus bayi dan kapan ibu harus istirahat.

Dan yang paling penting lagi, ibu tidak boleh merasa terbebani ketika harus mengurus bayi apalagi ketika ia rewel. Bayi rewel hingga usia 1-2 minggu itu hal yang sangat wajar. Apalagi ketika tali pusarnya belum putus atau hampir putus. Maka ibu harus ekstra sabar menghadapi tangisan bayi.

Yang perlu ibu lakukan hanya me manage waktu untuk mengurus bayi dan untuk istirahat. Saat ada waktu untuk istirahat, ibu tidak hanya bisa tidur, tapi luangkan waktu juga untuk membaca buku agar rileks.

Sementara itu, agar ibu tidak kelelahan, ibu bisa meminta suami ibu untuk mencuci pakaian bayi. Jadi, ibu hanya fokus mengurus bayi saja.

Paska kelahiran bayi itu sangat menyenangkan. Namun, akan ada tantangan lagi ketika ibu harus mengurus bayi dan membesarkannya nanti. Yang pasti, ibu tidak boleh terbebani dengan hal tersebut. Pandai dalam mengatur waktu menjadi kunci utama agar ibu tidak terkena sindrom Baby Blues.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *