Para Orang Tua Wajib Tahu Pertolongan Pertama Anak Demam

Setiap orang tua harus tahu bagaimana cara memberikan pertolongan pertama anak demam. Karena banyak sekali kasus anak mengalami kejang. Hingga akhirnya anak harus kehilangan nyawa.

Panas bukan hal yang sepele. Apalagi jika Anda memiliki anak balita. Panas yang begitu tinggi bisa menyebabkan kejang. Saat itulah pembuluh darah bisa pecah. Akhirnya nyawa anak bisa melayang.

Untuk itu, setiap orang tua perlu tahu apa yang harus dilakukan. Setidaknya Anda tahu tentang pertolongan pertama anak demam.

Pertolongan Pertama yang Anda Perlu Lakukan

Jika anak demam, sudah bisa dipastikan Anda akan panik. Namun, panik tidak menyelesaikan masalah. Justru panik bisa membuat Anda melakukan tindakan yang tidak tepat.

Apakah Anda harus menghubungi dokter? Ini juga penting. Namun, akan lebih bijak jika Anda terlebih dahulu memberikan pertolongan pertama anak demam. Apa saja itu?

  1. Berikan Cairan

Hal pertama yang sangat penting adalah memberikan cairan. Anda bisa memberikan air putih. Biarkan anak minum air putih dalam jumlah yang banyak.

Mengapa demikian? Karena saat suhu tubuh anak tinggi, tubuhnya kehilangan banyak cairan. Dan jika ini dibiarkan, maka tubuhnya akan semakin lemas. Demam pun akan semakin sulit untuk diturunkan.

Menurut ahli medis, anak yang sedang demam membutuhkan 1,5 kali cairan lebih banyak daripada kondisi biasa. Selain agar tubuh tidak lemas, memberikan cairan juga akan mempercepat proses penyembuhan.

  1. Biarkan Anak Beristirahat

Pertolongan pertama anak demam selanjutnya adalah istirahat. Anda harus melarang anak melakukan aktivitas seperti bermain. Apalagi bermain di luar rumah. Anda tidak boleh mengizinkannya.

 Sebaiknya anak berdiam diri di rumah. Bisa berbaring di kamar sambil menonton TV atau bersantai di ruang keluarga. Lebih banyak istirahat maka lebih mudah demam akan turun.

  1. Hindari Memberikan Kafein

Selama anak demam, sering kali orang tua berusaha untuk memberikan makanan yang hangat. Begitu juga dengan minuman. Sebisa mungkin mereka memberikan minuman hangat. Dengan harapan agar tubuhnya segar dan demamnya turun.

Sayangnya, salah besar jika Anda membuatkan teh hangat. Karena ada kandungan kafein di dalamnya. Berikan minuman hangat tapi sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein.

Mengapa? Karena kafein akan semakin membuat tubuh kehilangan cairan. Tubuh akan melas dan demam akan semakin lama turun.

  1. Turunkan Panas dengan Plester Kompres Demam

Untuk mempercepat demam turun, Anda bisa tempelkan plester kompres demam dari Hansaplast, seperti Hansaplast Cooling Fever. Ketika plester ini ditempelkan, maka kening akan terasa sejuk hingga 8 jam. Ini akan membuat suhu tubuh lambat laun menurun.

 

Kompres Demam Pada Anak Hansaplast

Hansaplast ini diperuntukkan anak-anak. Kenapa? Karena ada gambar kartun di bagian luarnya. Untuk anak laki-laki, ada beberapa pilihan karakter seperti karakter Marvel Avengers. Untuk anak perempuan, ada karakter Disney Frozen. Anak akan suka sekali dan demam pun lebih mudah dan cepat turun.

  1. Cek Suhu Tubuh Secara Berkala

Anda sudah melakukan banyak hal, mulai memberikan cairan, membiarkan anak beristirahat, hingga menggunakan plester. Namun, tetap saja Anda harus cek suhu tubuh secara berkala. Setidaknya 20 hingga 30 menit sekali.

Itulah beberapa pertolongan pertama anak demam yang Anda harus pahami. Panik itu pasti. Namun, jangan sampai Anda terlalu panik. Karena saat anak demam, anak butuh bantuan. Bukan kepanikan.

Haruskah Anda Ajak Anak ke Dokter?

Ada risiko di mana anak bisa mengalami kejang. Saat anak demam, suhu tubuhnya bisa mencapai 37 derajat celsius ke atas. Namun, menjadi begitu berbahaya ketika suhunya mencapai 40 derajat celsius.

Saat itulah Anda harus ajak anak ke dokter. Atau Anda bisa langsung ke rumah sakit dan memasukkan anak ke UGD. Dengan harapan anak bisa segera mendapatkan perawatan dari dokter jaga.

Jika Anda memiliki dokter keluarga, Anda bisa hubungi dokter keluarga Anda tersebut. Yang pasti, lakukan penanganan awal untuk anak demam agar suhu tubuhnya tidak semakin tinggi. Karena itulah yang bisa menyebabkan anak kejang.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *